Kenali Gejala Infeksi Jamur pada Kulit dan Cara Mencegahnya

Jamur merupakan organisme yang hidup di sekitar lingkungan kita, seperti udara, tanah, dan air. Sebagian besar jamur berkembang biak dengan spora yang dapat tersebar di udara. Itu sebabnya, jamur sangat mudah menyerang bagian luar tubuh kita, seperti kulit dan kuku

Area tubuh yang paling sering menjadi tempat berkembangnya jamur yaitu bagian tubuh yang kurang bersih, sering berkeringat dan lembab seperti di bagian lipatan-lipatan tubuh (lipatan ketiak, lipatan di selangkangan, dll) atau di sela-sela jari tangan maupun kaki.

Terdapat beberapa kelompok orang yang lebih rentan untuk terinfeksi jamur dan memunculkan gejala yang lebih berat, yaitu penderita diabetes dan kondisi imunitas tubuh yang lemah seperti HIV dan pengguna obat-obatan tertentu.

Kulit yang terinfeksi jamur akan terasa gatal dan muncul ruam-ruam. Bentuk ruam yang muncul bervariasi bergantung dari jenis jamur yang menginfeksi, secara umum jenis infeksi jamur dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu:

  • Dermatofitosis atau sering disebut kurap. Kurap dapat muncul di bagian tubuh manapun mulai dari kepala, lipatan-lipatan kulit, kaki, dan sela-sela jari. Ruam yang muncul berupa bercak dengan tepi kemerahan dan warna putih/cerah di bagian tengah dan sangat gatal. Pada kuku (sering disebut kutu air), jamur akan membuat kuku tampak berwarna kekuningan atau kuning kehitaman dan kuku menjadi rapuh.
  • Tinea Versicolor atau sering disebut panu. Muncul bercak-bercak putih atau putih-pink dan terasa gatal. Biasanya pada area tubuh yang sering berkeringat.
  • Candidiasis Kulit, ruam yang muncul berwarna merah dan gatal. Biasanya muncul pada area lipatan kulit seperti lipatan ketiak, lipatan payudara dan lipatan selangkangan. Dapat juga muncul pada area bokong pada bayi yang menggunakan popok.

Pencegahan Infeksi Jamur

  • Keramas minimal 2 atau 3x seminggu dengan sampo untuk mencegah infeksi jamur pada kepala.
  • Mandi 2 kali sehari, boleh lebih jika banyak aktivitas yang menyebabkan keringat.
  • Mengunakan pakaian yang mudah menyerap keringat dan tidak ketat.
  • Tidak menggunakan pakaian yang lembab atau basah. Segera ganti pakaian terutama pakaian dalam setelah berkeringat.
  • Tidak menggunakan kaos kaki dan sepatu yang lembab, basah atau kotor untuk menghindari infeksi jamur pada kaki.
  • Untuk wanita, ganti pembalut setiap 4 jam untuk menghindari lembab berlebihan pada area kewanitaan dan selangkangan. Celana dalam wajib diganti minimal 2 kali sehari.
  • Untuk bayi, hindari menggunakan popok terlalu lama, segera ganti popok baru jika sudah basah untuk menghindari ruam dan infeksi jamur pada area selangkangan dan bokong bayi.
  • Tidak menggunakan pakaian dan handuk bersamaan dengan orang lain terutama yang sudah diketahui mengidap infeksi jamur untuk mencegah penularan

sumber:

gambar People photo created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *