Penyebab Nyeri Kepala pada Anak

Nyeri kepala merupakan penyakit yang tidak hanya menyerang orang dewasa namun juga anak dan remaja. Diperkirakan 75% anak usia sekolah pernah mengalami beberapa kali kejadian nyeri kepala selama hidup mereka. Semakin bertambahnya usia anak, kejadian nyeri kepala akan lebih sering terjadi. Berikut adalah beberapa penyebab tersering nyeri kepala pada anak.

  • Kurang tidur. Waktu istirahat yang kurang disertai aktivitas fisik yang melelahkan menjadi penyebab tersering anak mengalami nyeri kepala. Anak usia sekolah disarankan tidur 6 – 8 jam dalam sehari atau boleh lebih dari 8 jam apabila melakukan aktivitas berat atau dalam kondisi sedang sakit.

.

  • Terlalu lama menatap layar elektronik. Menatap layar elektronik dalam waktu lama tanpa jeda terbukti dapat menyebabkan nyeri kepala disertai dengan tegangnya otot pada leher dan bahu.
  • Stress berlebihan. Kondisi stress pada anak sangat mungkin membuat anak sakit kepala layaknya orang dewasa. Orang tua harus bisa mengenali penyebab stress pada anak, seperti permasalahan di sekolah atau permasalahan pada pergaulan dengan teman sebayanya.
  • Gangguan pada mata. Ketika terjadi ganguan pengelihatan pada anak seperti mata minus, anak akan memaksakan mata untuk tetap melihat atau membaca sesuatu yang buram, ini akan menyebabkan mata lelah dan dapat berakibat pusing dan nyeri pada kepala. Mengunakan kaca mata dengan ukuran yang tidak sesuai juga dapat memicu pusing dan nyeri kepala. Anak dibawah 17 tahun sebaiknya memeriksakan mata setiap 6 bulan sekali ke dokter mata.
  • Perubahan hormonal. Hal ini sering dialami anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi. Tidak hanya nyeri perut, nyeri kepala juga dapat tejadi sebelum atau saat menstruasi berlangsung.
  • Trauma. Selalu tanyakan pada anak apakah sebelum nyeri kepala muncul terjadi benturan atau pukulan di area kepala dan wajah anak. Cek juga apakah ada luka atau tanda lebam di kepala untuk memastikan.

Umunya nyeri kepala pada anak tidak berbahaya dan akan sembuh dengan istirahat, makan dan minum yang cukup, olahraga teratur serta mengelola stress dengan baik. Konsumsi obat anti nyeri seperti Parasetamol diperbolehkan jika nyeri kepala terasa belum berkurang setelah beristirahat.

Kapan nyeri kepala pada anak harus diwaspadai? jika nyeri kepala dirasa terus menerus atau semakin memburuk, nyeri disertai ganguan pengelihatan, hilangnya kesadaran atau anak mengalami kejang segera bawa anak ke fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sumber:

Antonaci F, Voiticovschi-Iosob C, Di Stefano AL, Galli F, Ozge A, Balottin U. The evolution of headache from childhood to adulthood: a review of the literature. J Headache Pain. 2014;15(1):15. Published 2014 Mar 18. doi:10.1186/1129-2377-15-15 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3995299/

Headaches in children. Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=headaches-in-children-90-P02603

Gambar:

Kids photo created by freepik – www.freepik.com

Brain photo created by drobotdean – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *