Pencegahan dan Pengobatan Sakit Maag di Rumah

Sakit maag merupakan salah satu penyakit yang cukup banyak penderitanya, tidak mengenal usia maupun jenis kelamin, bahkan diri kita sendiri pasti pernah mengalaminya setidaknya sekali atau dua kali dalam setahun. Gejala yang umunya dirasa adalah nyeri pada ulu hati, mulai dari yang ringan sampai berat dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Dispepsia atau lebih dikenal dengan sakit maag adalah rasa tidak nyaman pada perut bagian atas akibat dari tingginya jumlah asam lambung. Penyebab tersering adalah pola makan minum yang buruk, seperti konsumsi makanan asam-pedas, minuman bersoda, kafein dan alcohol. Penyebab lainnya yaitu kebiasaan merokok, efek samping dari obat-obatan tertentu seperti obat pereda nyeri dan dapat juga disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Gejala yang umumnya dirasakan adalah rasa nyeri dan panas di ulu hati yang dapat menjalar sampai ke dada dan tenggorokan, rasa kembung, mual dan muntah.

Pencegahan Sakit Maag

Apakah sakit maag dapat dicegah? Tentu saja, penyakit ini bisa dicegah dengan menerapakan pola hidup sehat teruatama pola makan minum. Berikut adalah beberapa hal sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah sakit maag.

  • Makan teratur 3x sehari, boleh diselingi 2x snack ringan diantara makan.
  • Makan dengan porsi secukupnya, dengan variasi menu karbohidrat, lemak, protein dan serat yang seimbang.
  • Kurangi makanan yang terlalu pedas dan asam, termasuk buah-buahan yang asam.
  • Kurangi makanan tinggi lemak, seperti goreng-gorengan dan makanan bersantan
  • Batasi konsumsi minuman bersoda dan kafein. Konsumsi kopi maksimal 2 gelas perhari, lebih baik jika konsumi kopi rendah kafein
  • Stop konsumsi alcohol dan rokok
  • Kurangi konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter
  • Kelola stres dengan baik. Stres berlebihan seperti cemas dan panik terbukti dapat memicu penigkatan asam lambung dan rasa mual.

Pengobatan Sakit Maag di Rumah

Lalu bagaimana jika sudah terlajur sakit maag? Pada masa pandemi Covid-19 ini ada baiknya jika tidak buru-buru memeriksakan diri ke klinik apalagi ke IGD rumah sakit. Jika dirasa belum terlalu parah, boleh mencoba mengobati sendiri dulu di rumah.

Hal terpenting dari pengobatan maag adalah mengatur pola makan. Sebagian besar penderita maag akan segera menunjukan perbaikan gejala dengan perubahan pola makan dan minum tanpa konsumsi obat-obatan. Berikut adalah pola makan-minum yang perlu diperhatikan untuk mengurangi gejala maag:

  • Makan porsi kecil namun sering, pilih makanan dengan tekstur lembut dan mudah dicerna.
  • Tidak langsung tidur atau berbaring setelah makan, baiknya tunggu dulu 2 – 3 jam.
  • Hindari makanan yang terlalu pedas, asam dan berlemak
  • Kurangi makanan yang menghasilkan banyak gas sehingga dapat mengurangi kembung seperti kol dan kacang-kacangan
  • Batasi konsumsi susu dan produk olahannya
  • Stop minuman bersoda dan kopi
  • Stop rokok dan alcohol

Jika pengaturan pola makan minum tersebut diatas sudah dilakukan dengan benar namun gejala maag belum juga berkurang, dapat ditambahkan dengan konsumsi:

  • Jahe. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa jahe memiliki efek mengurangi gejala maag seperti mengurangi kadar asam lambung dan mengurangi rasa mual. Jahe dapat dikonsumsi dengan cara direbus atau dicampurkan ke dalam teh hangat. Sebaiknya tidak lebih dari 1 gelas per hari ya, karena konsumsi jahe berlebihan justru dapat menyebabkan nyeri dan panas pada lambung.
  • Aloe vera atau lidah buaya. Terkenal sebagai tanaman herbal untuk menangani penyakit asam lambung karena dapat mengurangi mikroorganisme dalam perut dan menetralkan keasaman perut.
  • Obat-obatan maag seperti Antasida. Antasida dapat diminum 3x sehari, 30 menit sebelum makan. Bekerja dengan cara megurangi kadar asam lambung.

Jika sudah mecoba cara diatas namun sakit maag dirasa tidak berkurang, sebaiknya segera memeriksakan diri ke klinik dokter umum atau puskesmas untuk diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Apabila Anda mengalami sakit maag berulang, misalnya 2 -3x dalam sebulan sebaiknya menyetok obat maag yang sudah pernah diberikan dokter di rumah untuk segera dikonsumsi apabila sakit maag kambuh.

semoga bermanfaat 🙂

Sumber:

Eni kusyati, Ni’matul Fauzi’ah. Aloe Verae efektif sebagai Terapi Pendamping Nyeri Gastritis. Jurnal Smart Keperawatan. DOI: http://dx.doi.org/10.34310/jskp.v5i1.158

Haniadka R, Saldanha E, Sunita V, Palatty PL, Fayad R, Baliga MS. A review of the gastroprotective effects of ginger (Zingiber officinale Roscoe). Food Funct. 2013;4(6):845-855. doi:10.1039/c3fo30337c. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23612703/

Gambar: Designed by diana.grytsku / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *