7 Istilah Baru Dalam Menyebut Kasus COVID-19

Pada 13 Juli 2020, Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Revisi Ke-5. salah satu hal yang paling berbeda adalah cara kita untuk mendeskripsikan kasus-kasus COVID-19 yang ditemukan. Sampai pedoman revisi ke-4, kita menggunakan istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) dan kasus konfirmasi COVID-19. Pada pedoman revisi ke-5, istilah ODP, PDP, dan OTG tersebut dihapus dan ditambah dengan 7 istilah baru sehingga ada 8 istilah atau definisi operasional COVID-19. Apa saja?

  1. Kasus Suspek COVID-19

Istilah PDP dan ODP yang selama ini dipakai akan digantikan dengan istilah Kasus Suspek COVID-19. Definisi dari istilah ini singkatnya adalah pasien dengan gejala infeksi pernapasan atas (ISPA) yaitu batuk, pilek, dan hidung tersumbat dengan disertai riwayat bepergian wilayah dengan transmisi lokal COVID-19 selama 14 hari terakhir atau riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19 selama 14 hari terakhir.

  1. Kasus Probable COVID-19

Istilah kasus Probable digunakan pada pasien dengan gejala ISPA berat atau sesak napas berat atau meninggal dengan gejala yang meyakinkan COVID-19 namun belum ada hasil pemeriksaan RT-PCR

  1. Kasus Konfirmasi COVID-19

Istilah yang sudah digunakan sejak awal pandemi. Definisi ini digunakan untuk seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi terbagi menjadi 2, kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

  1. Kontak Erat

Seseorang disebut memiliki kontak erat dengan COVID-19 jika bertatapan dengan jarak 1 meter selama 15 menit atau bersentuhan fisik dengan pasien kasus konfirmasi/probable tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD)

  1. Pelaju Perjalanan

Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri maupun luar negeri dalam 14 hari terakhir

  1. Discarded

Pasien kasus suspek yang hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturur-turut dan kasus kontak erat yang setelah dikarantina 14 hari tidak menunjukan gejala.

  1. Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satukriteria berikut:

  • Kasus konfirmasi tanpa gejala setalah 10 hari isolasi
  • kasus probable/konfirmasi dengan gejala setelah 10 hari isolasi dengan ditambah 3 hari isolasi tanpa gejala
  • kasus probable/konfirmasi dengan gejala dan thasil pemeriksaan RT-PCR 1 kali negatif ditambah 3 hari isolasi tanpa gejala.
  1. Kematian

kematian COVID-19 adalah kasus probable/konfirmasi COVID-19 yang meninggal

Sumber:

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Revisi Ke-5

Gambar: Designed by Freepik

Danang

Dokter Umum yang tinggal di Ambon, Maluku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *